Pendidikan, jika anda ditanya tentang pendidikan apa yang
telintas di benak anda? Belajar, membaca, memndapatkan ilmu pengetahuan dan
lain-lain. Itu adalah sebagian pendapat yang bisa saya himpun, tapi tahu anda
arti dari pendidikan sebenarnya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia
pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Arti yang sangat bijak, bukan.
Ada tujuan untuk merubah sikap dalam proses
pembelajaran untuk mendewasakan insan-insan yang belum bisa berpikir secara
maju dan terbuka, agar mereka dapat memahami tiap-tiap pelajaran yang
disampaikan. Banyak bidang ilmu yang dapat dipilih untuk dipelajari akan tetapi
bidang ilmu yang diajarakan pada saat ini belum berdampak secara nasional. Hal
ini dapat dilihat dari media massa yang mentaqline kasus pendidikan seperti
penganiyaan, kekerasan dalam pendidikan, tawuran antar pelajar dan masih banyak
lagi.
Siapa yang disalahkan dalam buruknya pendidikan
saat ini, semua stockholder dalam dunia pendidikan mulai angkat tangan jika
ditanya tentang masalah ini, malah saling menuduh dan menuding. Tak ada yang
mau disalahkan. Bahkan guru pun yang menjadi ujung tombak dalam hal mendidik
mulai banyak terjerat masalah apabila mereka berbuat tegas dengan sikap para
peserta didiknya. Seolah-olah ruang gerak para pendidik ini lambat laun mulai
dibatasi, hal ini terlihat jelas dengan tidak adanya payung hukum yang jelas yang
mengatur masalah pendidikan,
Sikap apatis pun mulai tercermin dari para
pendidik ini, entah benar atau salah mereka masih saja terjerat masalah hukum.
Dari pada bertindak dapat masalah lebih baik diam dan pembiaranpun terjadi. Hal
hasil sikap dari para peserta didik mulai memenjadi semakin egois dan mau
menang sendiri serta tak mau dislahkan atas perbuatan mereka,
Jika kita kembali lagi ke lagu hyme guru, yang
sangat indah untuk dinyayikan terlihat jelas bahwa guru adalah seorang
pahlawan, yang rela berkorban untuk mendidik anak bangsa agar menjadi
pemimipin di masa yang akan datang. Kini guru hanyalah sekedar salah satu jenis
pekerjaan untuk memperoleh uang dalam menafkai keluarga, yang gaji nya tidak
lah seberapa.
Program pemerintah untuk menambah gaji guru
memaluli program guru bersertifikasi belum terlihat dampaknya di masyarakat,
bukannya semakin memperbaiki kinerja, kini guru malah dimanja dengan gaji yang
sangat besar dan itu hanya diperoleh oleh segelintir guru saja, guru PNS bukan
sertifikasi maupun guru honorer apakah mereka bukan guru, seharusnya pemerintah
harus bersikap adil
Guru sertifikasi yang ada pada saat ini banyak
yang tidak kompeten dibidangnya seharusnya ada pembeda diantara guru yang
berstatus sertifikasi dengan tidak, nyatanya dengan gaji yang tinggi guru belum
dapat merubah wajah pendidikan yang apabila terus dibiarkan maka para generasi
penerus bangsa ini lambat-laun akan tertinggal dan menjadi bodah karena
kurangnya ilmu pengetahuan serta dampak yang lebih jauh lagi mungkin nama Negara Indonesia akan terhapus dari peta dunia.
Ini bukan sekedar khayalan hal ini pasti terjadi
jika tidak ada perubahan yang fundamental dalam tubuh pendidikan yang ada pada
saat ini, ibarat sebuah luka yang ada di wajah yang jika dibiarkan terus tanpa
ada pengobatan maka wajah itu akansemakin buruk yang pada akhirnya sang pemilik
wajah pun akan malu pada dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar