Minggu, 24 Februari 2019

Wajah Pendidikan



Pendidikan, jika anda ditanya tentang pendidikan apa yang telintas di benak anda? Belajar, membaca, memndapatkan ilmu pengetahuan dan lain-lain. Itu adalah sebagian pendapat yang bisa saya himpun, tapi tahu anda arti dari pendidikan sebenarnya. Menurut kamus besar bahasa Indonesia pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Arti yang sangat bijak, bukan.
Ada tujuan untuk merubah sikap dalam proses pembelajaran untuk mendewasakan insan-insan yang belum bisa berpikir secara maju dan terbuka, agar mereka dapat memahami tiap-tiap pelajaran yang disampaikan. Banyak bidang ilmu yang dapat dipilih untuk dipelajari akan tetapi bidang ilmu yang diajarakan pada saat ini belum berdampak secara nasional. Hal ini dapat dilihat dari media massa yang mentaqline kasus pendidikan seperti penganiyaan, kekerasan dalam pendidikan, tawuran antar pelajar dan masih banyak lagi.
Siapa yang disalahkan dalam buruknya pendidikan saat ini, semua stockholder dalam dunia pendidikan mulai angkat tangan jika ditanya tentang masalah ini, malah saling menuduh dan menuding. Tak ada yang mau disalahkan. Bahkan guru pun yang menjadi ujung tombak dalam hal mendidik mulai banyak terjerat masalah apabila mereka berbuat tegas dengan sikap para peserta didiknya. Seolah-olah ruang gerak para pendidik ini lambat laun mulai dibatasi, hal ini terlihat jelas dengan tidak adanya payung hukum yang jelas yang mengatur masalah pendidikan,
Sikap apatis pun mulai tercermin dari para pendidik ini, entah benar atau salah mereka masih saja terjerat masalah hukum. Dari pada bertindak dapat masalah lebih baik diam dan pembiaranpun terjadi. Hal hasil sikap dari para peserta didik mulai memenjadi semakin egois dan mau menang sendiri serta tak mau dislahkan atas perbuatan mereka,
Jika kita kembali lagi ke lagu hyme guru, yang sangat indah untuk dinyayikan terlihat jelas bahwa guru adalah seorang pahlawan, yang rela berkorban untuk mendidik anak bangsa agar menjadi pemimipin di masa yang akan datang. Kini guru hanyalah sekedar salah satu jenis pekerjaan untuk memperoleh uang dalam menafkai keluarga, yang gaji nya tidak lah seberapa.
Program pemerintah untuk menambah gaji guru memaluli program guru bersertifikasi belum terlihat dampaknya di masyarakat, bukannya semakin memperbaiki kinerja, kini guru malah dimanja dengan gaji yang sangat besar dan itu hanya diperoleh oleh segelintir guru saja, guru PNS bukan sertifikasi maupun guru honorer apakah mereka bukan guru, seharusnya pemerintah harus bersikap adil
Guru sertifikasi yang ada pada saat ini banyak yang tidak kompeten dibidangnya seharusnya ada pembeda diantara guru yang berstatus sertifikasi dengan tidak, nyatanya dengan gaji yang tinggi guru belum dapat merubah wajah pendidikan yang apabila terus dibiarkan maka para generasi penerus bangsa ini lambat-laun akan tertinggal dan menjadi bodah karena kurangnya ilmu pengetahuan serta dampak yang lebih jauh lagi mungkin  nama Negara Indonesia  akan terhapus dari peta dunia.
Ini bukan sekedar khayalan hal ini pasti terjadi jika tidak ada perubahan yang fundamental dalam tubuh pendidikan yang ada pada saat ini, ibarat sebuah luka yang ada di wajah yang jika dibiarkan terus tanpa ada pengobatan maka wajah itu akansemakin buruk yang pada akhirnya sang pemilik wajah pun akan malu pada dirinya sendiri.